5 Rumus Dasar Microsoft Excel
Microsoft Excel adalah sebuah program atau aplikasi turunan dari Microsoft Office, berfungsi untuk mengolah angka yang terdiri dari baris dan kolom untuk mengeksekusi perintah.
Jumlah Sel Microsoft Excel 2016 terdiri dari 1.048.576 Baris dan 16.384 Kolom atau 17.179.869.184 Sel.
Jumlah Sel Microsoft Excel 2016 terdiri dari 1.048.576 Baris dan 16.384 Kolom atau 17.179.869.184 Sel.
Microsoft Excel digunakan di berbagai bidang pekerjaan, baik usaha kecil maupun perusahaan berskala internasional. Adapun beberapa fungsi dan kegunaan Microsoft Excel adalah sebagai berikut.
RUMUS RUMUS DASAR
1. AVERAGE
fungsinya untuk mendapatkan nilai rata-rata yang dihasilkan dari kumpulan data yang dibuat.
Berikut cara penulisannya,
=AVERAGE(number 1, number 2, dan seterusnya).
![]() |
| Contoh penggunaan rumus AVERAGE |
2. SUM
fungsinya menjumlah sekumpulan data di dalam sebuah kumpulan data.
cara penulisan rumus SUM,
=SUM(number1, number2, dan seterusnya).
![]() |
| Contoh penggunaan rumus SUM |
Misalnya, saat anda akan menjumlahkan kolom B2-B8 dan C2 hingga C8, maka penulisannya yaitu =SUM(B2:B8,C2:C8).
3. MAX
fungsinya mencari nilai paling tinggi dari suatu kumpulan data.
cara penulisan rumus MAX,
=MAX(number1, number 2, dan seterusnya)
![]() |
| Cara penggunaan rumus Max |
Untuk mencari nilai tertinggi pada data yang dituliskan pada kolom D4 sampai D11 (lihat gambar diatas), maka penulisan rumusnya adalah sebagai berikut : =MAX(D4:D11) yang kemudian ditekan tombol Enter untuk mendapatkan hasilnya.
4. MIN
Jika MAX untuk mencari nilai tertinggi, makan rumus MIN untuk mencari nilai terendah di dalam sekumpulan data numerik pada Excel.
Berikut cara penulisan rumus MIN,
=MIN(number1, number2, …)
![]() |
| Contoh penggunaan rumus MIN |
(lihat gambar) untuk mencari nilai terendah dari A2 sampai A6 maka rumusnya adalah =MIN(A2:A6) kemudian tekan Enter maka hasil nilai terendah akan didapatkan.
5. Logika IF
Logika IF, dimana rumus tersebut akan digunakan jika data yang akan dimasukkan memiliki suatu kondisi tertentu. Seperti misalnya pada data A1=1, akan didapatkan hasil 2, bila itu tidak didapatkan hasil yang demikian, maka nilainya adalah 0. Untuk fungsi ini biasa akan dibantu oleh pembanding seperti lambang fungsi =(sama dengan), <(lebih kecil). >(lebih besar), <=(lebih kecil sama dengan), >=(lebih besar sama dengan), <>(tidak sama dengan).
Cara penulisannya rumus logika IF,
=IF(logical_test;value_if_true;value_if_false).
![]() |
| Logika IF |
Dari gambar di atas bisa diisi dengan keterangan yang ketentuannya, bila kolom Tanda sama dengan K, maka keterangannya adalah kawin, jika tidak maka diisi dengan Tidak Kawin. Dari hal tersebut, maka bisa dituliskan dengan rumus =IF(C3=”K”,Kawin, Tidak Kawin).
Dari rumus tersebut data yang disajikan bertipe teks atau integer, sehingga harus diberi tanda kutip dua, berbeda jika datanya adalah numerik, maka tidak diperkenankan menggunakan tanda kutip dua.
Sekian Terima Kasih.






Komentar
Posting Komentar